Pemantauan Sebaran Kucing Tidak Berpemilik Di Kota Malang

Ikut Laporkan, Ikut Peduli

Satu laporan bukan sensus, namun laporan warga yang diperiksa dapat menjadi dasar tindakan.

Kucing tidak berpemilik di Kota Malang hidup tersebar, semakin banyak dan terus berpindah, tidak dapat dihitung satu orang atau bahkan satu kali survei. Warga aktif melapor lokasi dan kondisi, verifikasi otomatis dari temuan warga yang lain lewat pengamatan berulang, foto bisa dilampirkan, dan ada data survei lapangan.

Kita mulai bergerak berdasar data yang kita himpun bersama, untuk Kota Malang, Ramah Hewan.

Peta OpenStreetMap, area tetap Malang Raya dan tidak bisa digeser. Titik tidak pernah menunjukkan koordinat asli laporan.
Angka dihitung langsung dari data yang tersimpan di server. Belum ada perkiraan populasi pada fase 1.

Ada kucing liar di sekitar rumah Anda? Begini yang bisa dilakukan

Mengusir kucing liar dari satu tempat biasanya cuma memindahkan masalahnya ke tempat lain. Cara yang lebih efektif jangka panjang adalah melaporkan lokasinya di sini, supaya relawan bisa menindaklanjuti lewat program TNR (tangkap, steril, lepas kembali) atau membawanya ke pertolongan kalau kucingnya sakit atau terluka. Kalau Anda cuma ingin kucingnya tidak masuk ke halaman, cara yang aman adalah menyingkirkan sumber makanan yang tertinggal, bukan mengusir dengan kekerasan.

Bagaimana cara melaporkan kucing liar yang sakit atau terluka?

Isi formulir Lapor dan tandai kondisi tubuhnya sebagai sakit atau terluka. Laporan itu otomatis masuk antrean relawan untuk diperiksa lebih dulu, lokasi persisnya juga tidak ditampilkan ke publik.

Apakah laporan di situs ini langsung mendapat pertolongan?

Tidak otomatis. Laporan membantu memetakan lokasi yang perlu perhatian, tapi bukan layanan darurat. Untuk kondisi darurat, hubungi langsung dokter hewan atau layanan penyelamatan hewan setempat, jangan menunggu lewat sini.